VIDEO: Momen Haru, Dora Natalia Cium Tangan Minta Maaf pada Aiptu Sutisna

0
80

Saat Dora Natalia Singarimbun bersimpuh minta maaf pada Aiptu Sutisna 

Baca Juga: Sungguh Menyedihkan, Ternyata Ini Alasan Pak Polisi Lalu Lintas Tak Melawan saat Dicakar dan Dicekik 

Inilah detik-detik mengharukan akhir perseteruan antara Dora Natalia Singarimbun dengan Aiptu Sutisna, sosok polantas yang dicakarnya saat berselisih ketika ditilang usai dianggap melanggar peraturan lalu lintas di Jakarta, Selasa (13/12/2016) lalu.

Lewat akun Facebook Kabag Renmir Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Irvan Prawira, terlihat foto Dora Natalia sedang bersimpuh dan mencium tangan sambil meminta maaf kepada Aiptu Sutisna.

“Ini menjelaskan segalanya. Alhamdulilah, Allah Maha Besar. Allah Maha mengampuni,” tulis AKBP Irvan.

Menurut perwira polisi ini, Dora ditemani orangtuanya yang datang dari Sumatera Utara, adiknya, Desi Singarimbun dan suami adiknya.

Dalam pertemuan itu, Dora langsung menangis dan meminta maaf kepada Sutisna. Dora juga telah mengakui kesalahannya dan mengaku khilaf atas kejadian tersebut.

Meski Dora sudah meminta maaf jajaran Polda Metro Jaya akan mengusut kasus penyerangan terhadap petugas yang diduga dilakukan Pegawai Eselon IV tersebut.

Sementara itu Aiptu Sutisna mengatakan dengan ketulusan hati telah memaafkan perbuatan yang dilakukan oleh Dora dengan catatan untuk tidak mengulanginya dikemudian hari.

“Secara pribadi, saya dengan tulus dan ikhlas, dengan tidak ada intervensi pak Direktur, pak Wakil Direktur dan seluruh pimpinan saya, tidak ada (intervensi).

“Saya memaafkan dengan tulus ikhlas sama ibu, kejadian yang kemarin sudahlah menjadi pengalaman pahit,” kata Sutisnya. Lihat video pernyataan Aiptu Sutisna di sini:

Baca Juga:

Buat Menangis, Mulai Rok Melorot Sampai Pengait Macet. Ini 5 Insiden Bendera

Dia pun mengambil pelajaran atas kejadian tersebut, pasalnya karena insiden itu dia bisa bertemu dengan para pucuk pimpinannya di Mabes Polri.

Terlebih lagi Aiptu Sutisna telah mendapatkan penghargaan yang diberkan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan atas pengabdiannya.

AKBP Irvan mengungkapkan betapa besarnya hati Aiptu Sutisnya yang telah ikhlas memaafkan wanita yang telah menyakiti bahkan memakinya.

“Alhamdulilah… Aiptu Sutisna memang sangat luar biasa. Ternyata kita semua memang manusia biasa. Mudah2an ke depan semuanya sesuai dengan jalan Allah SWT….. Allah Maha Besar.”

“Jangan ada kebencian lagi. Kita semua sama. Mudah2an aib kita tidak dibukakan Allah SWT,” tulis AKBP Irvan.

Sementara itu Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana mengatakan kalau proses hukum tetap berjalan kendati sudah ada permintaan maaf dari Dora.

“Meminta maaf its oke‑oke saja, tetapi proses penyelidikan akan diberlakukan sesuai aturan,” ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Dora.

“Rencananya dia dipanggil minggu depan. Diperiksa penyidik Polres Metro Jakarta Timur. Kasus di Polres Jaktim. Status masih terlapor,” kata Argo.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kasus pencakaran Sutisna oleh Dora diproses sesuai ketentuan berlaku. Ia mengatakan, tindak kekerasan tidak boleh dilakukan.

“Kita akan cek, periksa Propam. Apa penyebabnya. Tapi, apapun juga, kekerasan tidak boleh dilakukan. Apalagi kepada petugas (kepolisian), kalau dilakukan kekerasan, ada pasal sendiri,” kata Tito.

Ia mengucapkan terima kasih karena Sutisna tidak melakukaan kekerasan. Menurutnya sikap Sutisna dalam insiden itu sangat humanis. “Tapi, dia lapor polisi. Proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Tito.

Insiden pencakaran itu terjadi pada Selasa 13 Desember 2016.

Sutisna menceritakan kejadian berawal saat ia bertugas melakukaan pengaturan dan penjagaan di busway di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Tiba‑tiba pada pukul 09.00 WIB, Dora yang mengendarai mobil Xenia berwarna putih menegur Sutisna.

“Kemudian ada mobil Xenia berhenti persis di depan saya, dia buka kaca sebelah kanan, dia teriakin saya: ‘eh a**** kalau mau berdiri jangan di depan sana’,” tutur Sutisna saat diwawancara wartawan.

Dora kembali berteriak dengan melontarkan perkataan kasar kepadanya. Sutisna kemudian mengambil kunci mobil Dora.

Setelah kunci mobilnya diambil, Dora semakin emosi. Ia lalu menarik kerah seragam Surisna yang dilapis rompi. Sutisna tidak melawan dan memilih masuk ke jalur busway.

Baca Juga:  

Dora tambah emosi dan mengejarnya.

Namun, Dora memiliki versi lain. Lewat adiknya Desi, Dora angkat bicara alasannya ‘menyerang’ Sutisna.

Desi melalui akun Instagram‑nya, menceritakan, Dora awalnya hanya ingin menegur polisi lalu lintas (polantas) yang bertugas di jalan raya yang lancar.

Menurut cerita Desi, setelah ditegur, polantas tersebut mengadang dan mengambil kunci mobil Dora tanpa membuat surat tilang.

Tak hanya itu, Desi menyebut Sutisna menginjak kaki Dora. Tapi, aksi menginjak itu tak direkam rekan polisi Sutisna, yang saat itu berada di lokasi.

Baca Juga:

  1. Buat Menangis, Mulai Rok Melorot Sampai Pengait Macet. Ini 5 Insiden Bendera
  2. Sungguh Menyedihkan, Ternyata Ini Alasan Pak Polisi Lalu Lintas Tak Melawan saat Dicakar dan Dicekik
  3. Laa Ilaaha Illallah! Meski Digratiskan, Sari Roti Tetap Utuh Nggak Ada Yang Mau Ambil
  4. Ingat Nunik Si TKW Cantik? Gak Nyangka Begini Keadaannya Sekarang
  5. Kicauan Biadab Produser Metro TV Janes C Simangunsong Berbuntut Panjang, Netizen Sebar Foto Pribadi
  6. Ini isi surat wasiat wanita yang berniat ledakan bom di Istana

Sumber: http://medan.tribunnews.com/

 

Facebook Comments
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY